KONSEP SEHAT BESERTA DIMENSINYA

Posted: Maret 22, 2012 in Uncategorized

Pengertian Kesehatan
Arti dari sehat itu beragam macam jenisnya bila dilihat dari segi profesi masing-masing. Bila orang awam atau orang yang berprofesi di bidang kesehatan berpendapat bahwa sehat itu lebih terfokus kepada fisik dan jasmani seseorang, lain halnya dengan seorang yang berkecimpung di bidang psikologi. Orang yang terjun masuk ke dalam dunia psikologi berpendapat bahwa sehat itu tidak hanya dari jasmani atau fisik saja, melainkan rohani atau jiwanya juga harus sehat.
Pada dasarnya sehat itu bisa didefinisikan secara sederhana yakni, suatu keadaan yang tidak mempunyai penyakit. Freund (1991) mengutip the International Dictionary of Medicine and Biology dalam buku Kesehatan Mental: Konsep, Cakupan, dan Perkembangannya (Siswanto, 1997) mendefinisikan kesehatan sebagai “suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, yang dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”. Bila memahami apa arti sehat di atas jelas sudah bahwa sehat itu umumnya masih berfokus pada masalah jasmani atau fisik dan bertitik tolak terhadap maslaah ada atau tidaknya masalah penyakit. Namun WHO mendefinisikan kesehatan sebagai “… keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan …” (Smet,1994). Pengertian tersebut menyebabkan pandangan terhadap kesehatan yang terfokus kepada fisik menjadi luntur dan mengalami banyak perubahan. Dengan menyebutkan keadaan sehat itu juga mencakup secara mental (rohani) dan sosial, maka sehat itu harus dilihat hingga lebih mendalam lagi agar kita tahu bahwa mental (rohani) dan sosial mempengaruhi kesehatan.
Konsep Sehat
Konsep sehat itu sendiri bisa kita lihat dari 2 aspek, yaitu sehat secara fisik dan mental. Secara fisik, sehat itu bisa kita pahami dan kita lihat bahwa tidak ada penyakit dan secara klinis menyatakan bahwa fisik kita tidak mengidap suatu penyakit apapun. Fisik yang sehat juga tidak pernah mengalami mengalami gangguan fungsi dalam maupun luar tubuh dan semua organ tubuh bisa berfungsi dengan normal, tidak ada suatu kecacatan apapun. Bila semua konsep itu telah kita penuhi dan ada di dalam fisik kita, maka sudah dianggap sehat dilihat dari fisik. Bila dari segi mental, sehat itu berarti pikiran, emosional, dan spiritual kita tidak terganggu. Dapat berpikir secara logis dan berakal itu merupakan salah satu ciri dari pikiran yang sehat. Menurut Davidoff (dalam Riyanti Dwi,dkk. 1996) gambaran mental seseorang memegang peranan penting bagi pikirannya. Sehingga bila mental seseorang sedang dalam kondisi kurang sehat, pikirannya akan mudah terganggu dan tidak dapat berpikir secara logis. Sehat secara spiritual berarti mampu mengekspresikan rasa syukur, pujian dan penyembahannya terhadap Yang Maha Kuasa, yang dapat dilihat dari praktik keagamaannya. Sedangkan dari segi emosional, tercermin dari kemampuan seseorang mengekspresikan emosinya dan mampu mengendalikannya dengan baik.
Hal yang berkaitan dengan sehat dapat dilihat dari dimensi suatu reliabilitas dari konsep sehat tersebut. Jasmani merupakan pernak-pernik yang berkaitan dengan sehat dan mempunyai suatu timbal balik dengan mental yang sehat. Bila jasmani kita berada dalam keadaan kurang, maka itu akan berpengaruh terhadap mental sehingga mental pun akan ikut menurun karenanya. Sebaliknya, bila jasmani kita berada dalam keadaan sehat dan kuat maka mental juga ikut sehat. Kedua hal ini termasuk saling berkaitan. Adapun rohani sebagai salah satu pengikat dan merangkul antara jasmani dan mental. Rohani merupakan salah satu unsur terpenting dalam mencapai kehidupan yang sehat. Emosi merupakan salah satu unsur dinamika dalam kesehatan. Mampu mengendalikan emosi dengan baik dan mengekspresikannya dalam tempat yang tepat merupakan salah satu ciri dari sehat secara mental. Kognitif adalah suatu syarat yang harus dimiliki dalam kesehatan mental. Mampu berpikir secara logis merupakan ciri dari kognitif. Dan yang terakhir berupa spiritual. Spiritual adalah unsur terpenting dalam melakukan hubungan antara kita dengan Yang Maha Kuasa. Pertanggungjawaban kita terhadap Sang Pencipta hendaknya dilakukan secara sempurna ketika jasmani dan mental kita berada dalam keadaan sehat.

DAFTAR PUSTAKA
Prabowo, H., Puspitawati, I., Riyanti, D. B. P. 1996. Psikologi Umum I. Edisi I. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.
Siswanto, S. 2007. Kesehatan Mental. Yogyakarta: Andi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s