KEPRIBADIAN SEHAT

Posted: Maret 24, 2012 in Uncategorized

Kepribadian yang sehat merupakan suatu dambaan setiap manusia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, mereka ingin sehat bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara lahiriah. Para ahli psikologi menjabarkan dan mencetuskan teori yang berbeda-beda tentang pribadi sehat. Gordon Allport (1897-1967) mengemukakan bahwa orang yang matang itu merupakan salah satu ciri kepribadian sehat. Ia tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar. Kepribadian yang matang juga tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Ada beberapa kriteria kepribadian yang matang menurut Allport, yaitu : 1.) Perluasan perasaan diri, 2.) Hubungan diri yang hangat dengan orang-orang lain, 3.) Keamanan emosional, 4.) Persepsi realistis, 5.) Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas, 6.) Pemahaman diri, 7.) Filsafat hidup yang mempersatukan. Berbeda dengan Allport, Carl Rogers mengatakan bahwa ciri kepribadian sehat adalah orang yang berfungsi sepenuhnya. Apabila orang-orang bertanggung jawab terhadap kepribadian mereka sendiri dan mampu memperbaikinya, maka mereka harus menjadi makhluk yang sadar dan rasional. Manusia yang sadar dan rasional, tidak dikontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Berikut ini beberapa sifat orang yang berfungsi sepenuhnya : 1.) Keterbukaan pada pengalaman, 2.) Kehidupan eksistensial, 3.) Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri, 4.) Perasaan bebas, 5.) Kreativitas. Apabila kita percaya kepada ahli-ahli psikologi pertumbuhan (dan mungkin pribadi kita sendiri), kita sependapat bahwa mungkin saja memiliki semua segi kehidupan yang berfungsi secara memuaskan, namun masih menderita kebosanan yang menyiksa, stagnasi, keputusasaan, tak berarti. Bahkan dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tampaknya ideal, kita dapat merasakan sesuatu kehampaan yang menjemukandalam kehidupan kita, seolah-olah kehilangan suatu yang penting, walaupun demikian kita tidak dapat mengenal apa yang salah. Kita dapat hidup senang, memiliki suatu pekerjaan yang terjamin dan suatu keluarga yang hangat dan penuh kasih, bebas dari kecemasan, walaupun demikian tidak mengenal suatu kegembiraan yang hebat, suatu antusiasme yang meluap-luap, suatu perasaan yang kuat akan dedikasi atau komitmen.

DAFTAR PUSTAKA
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Cetakan ke-15. Kanisius. Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s