PERILAKU SEKSUAL REMAJA

Posted: April 7, 2012 in Uncategorized

Remaja merupakan suatu massa peralihan antara kanak-kanak dan dewasa. Pada masa ini, libido atau energi seksual menjadi hidup yang tadinya laten pada massa pra remaja. Akibat dari perubahan ini maka dorongan pada remaja untuk berprilaku seksual bertambah besar. Akibat dari perubahan ini maka adanya dorongan pada masa remaja untuk berprilaku seksual bertambah. Seksual merupakan bagain dari kehidupan manusia, baik pria maupun perempuan. Seperti tubuh dan jiwa yang berkembang, seksualitas juga berkembang sejak masa kanak-kanak, remaja, sampai dewasa. Seksualitas diekpresikan dalam bentuk perilaku seksual, yang dialaminya mencakup fungsi seksual.
Pada umumnya masa remaja merupakan perilaku yang selalu ingin mencoba-coa, hal yang baru ini membawa remaja masuk pada hubungan seks pranikah (premarital seksual) dengan segala akibatnya. Kurangnya pengetahuan tentang agama juga dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, karena ketidaktahuannya tentang norma-norma agama dapat menjerumuskan seseorang kedalam kemaksiatan. Dari faktor ekonomi juga dapat mempengaruhi perilaku seksual seseorang tidak sedikit para remaja yang merelakan ke virginitasannya hanya merasa kurangnya ekonomi, yang menjerumuskan mereka untuk menjual diri. Dari lingkungan dan pergaulan remaja juga dapat berpengaruh.
Pada era globalisasi sekarang ini remaja dihadapkan pada dilemma dua hal, yaitu disatu sisi mereka sangat diharapkan sebagai generasi penerus bangsa, tetapi di sisi lain mereka dihadapkan pada masalah rawannya pergaulan akibat dari arus globalisasi itu sendiri. Oleh karena itu peran serta berbagai pihak sangat diperlukan untuk menjadikan remaja generasi yang bertanggung jawab dan bermoral baik. Sehingga pada akhirnya mereka tidak akan salah langkah dalam bertindak, khususnya dalam berprilaku seksual. Masalah remaja merupakan transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja berlangsung antara usia 10-19 tahun dan merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ refroduksi manusia dan sering juga disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa remaja. Definisi agak berbeda dikemukakan oleh menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia), usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja. Sebaliknya, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), maka dimasukan kedalam kelompok remaja. Setiap manusia khususnya remaja mempunyai dan merasakan adanya dorongan seksual atau yang lebih populer disebut sebagai gairah seksual. Dorongan seksual adalah suatu aktivitas seksual sampai kepada hubungan seksual.
Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
1. Hormon seks, khususnya testoteron. Peranan hormon ini muali aktif pada masa remaja.
2. Rangsangan seksual yang diterima.
3. Keadaan kesehatan tubuh secara umum.
4. Faktor psikososial.
5. Pengalaman seksual sebelumnya. Orang yang mempunyai pengalaman yang jauh/luas tentang bagaimana hubungan seksual, apalagi dengan sekarang adanya lat kontrasepsi yang dapat mencegah terjadinya pembuahan/kehamilan.
6. Perilaku ingin mencoba-coba. Remaja cenderung lebih ingin mencoba-coba hal-hal yang baru dan menantang. Apalagi yang berbau seksual.
7. takut dianggap cemen sama teman yang lain, apabila menolak untuk melakukan hubungan seksual.
Masalah remaja merupakan transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja berlangsung antara usia 10-19 tahun dan merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ refroduksi manusia dan sering juga disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa remaja. Sering remaja malah terjebak dengan mitos-mitos seputar permasalahan seks. Tidak sedikit diantara mereka yang bertanya pada teman sebaya tentang perubahan fisik yang dialami. Dan tidak sedikit pula diantaranya yang terjebak informasi salah, sehingga perilaku menyimpang dari remaja yang diakibat pesatnya perkembangan informasi saat ini dan ditambah keingintahuan remaja tentang masalah seks yang begitu besar sering mengakibatkan remaja mengalami perubahan pola pikir. Perubahan itu mempengaruhi cara pandang remaja terhadap seksualitas dan membentuk prilaku seksual tersendiri. Sehingga dapat menyebabkan dampak terhadap kesehatan reproduksi seperti kehamilan tidak diharapkan yang akan mengakibatkan aborsi yang tidak aman, angka kelahiran tidak sah dan timbulnya penyakit kelamin kian meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s