SEPENGGAL KISAH DI HARI LUAR BIASA

Posted: Juni 15, 2012 in Uncategorized

Setiap manusia dan makhluk hidup di dunia ini memiliki kehidupan masing-masing. Tanpa mengindahkan kodratnya sebagai makhluk hidup, manusia mempunyai cara tersendiri menghadapi kehidupan. Sebelumnya saya berterima kasih kepada ibu Henny Regina selaku dosen mata kuliah Kesehatan Mental yang telah menunjukkan betapa indahnya dan lengkapnya hidup melalui beberapa film dan cuplikan tentang diri sendiri dan orang terdekat kita, yaitu orang tua. Film dan cuplikan itu berisi tentang bagaimana seorang yang dikaruniai fisik yang kurang mampu berusaha dengan kerasnya menjalani rutinitas kehidupan orang normal lainnya. Bila kita lihat dan kita rasakan seseorang yang mempunyai fisik kurang sempurna, baik mental ataupun fisik pasti akan sangat drop dan down dalam menjalani kehidupan. Tetapi tidak untuk seorang yang berada di cuplikan tersebut. Ia tidak ingin menghabiskan hidupnya hanya untuk meminta belas kasihan orang lain. Demi mencari sesuap nasi, ia rela bekerja menjadi supir bajaj walaupun ia menderita tuna daksa. Sedangkan dalam cuplikan lain, memperlihatkan bahwa seorang nenek berusia 74 tahun mengikuti suatu acara pencarian bakat hingga ketika beliau memasuki ruang audisi, para dewan juri menganggap remeh nenek tersebut. Dan tanpa disangka-sangka, suaranya yang indah merdu membahana di dalam ruang audisi dan yang saya rasakan ketika melihat cuplikan tersebut seperti sedang menonton sebuah orchestra dengan penyanyi opera yang suaranya dapat membuat semua penonton menjadi merinding karena kemerduan suaranya. Sungguh indah sekali Tuhan memberikan potensi kepada orang yang tidak disangka-sangka. Kemudian ada lagi cuplikan teks tentang sepucuk surat dari orang tua kita. Di cuplikan tersebut diperlihatkan bahwa ketika para orang tua kita sudah beranjak tua, hendaknya kita jangan pernah sekalipun mengeluh untuk merawatnya, karena orang tua kita merawat kita dari kecil hingga dewasa tidak pernah merasa capek dan mengeluh. Sungguh kita merasa bersalah sekali kepada orang tua kita ketika kita membentak dan berteriak dengan kencangnya kepada orang tua kita. Dan saya merasakan bahwa betapa bodohnya saya telah melakukan banyak kesalahan kepada orang tua saya. Andai waktu dapat kita putar dan andai di dunia ini ada mesin waktu, saya ingin kembali ke masa lalu ketika saya masih kecil dan saya akan benar-benar menghargai dan menghormati orang tua saya. Hanya ini lah sepenggal kisah yang saya dapatkan karena saya tidak tahu lagi harus menulis apa karena perasaan saya kepada orang tua saya tidak bias diungkapkan dengan kata-kata. Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s